Skip to main content

Tugas Kewirausahaan (Menganalisa Warung Steak dengan Metode SWOT)

Menganalisis Warung Steak di tengah Kota dan di tengah Perumahan
Metode Analisis S.W.O.T
       Metode Analisi SWOT salah satu metode untuk menggambarkan kondisi atau membagi dan mengevaluasi suatu permasalahan, mempunyai proyek atau berkonsep bisnis yang berlandaskan baik dari faktor internal maupun faktor eksternal yaitu Strenght, Weakness, Opportunity, dan Threats. Metode ini paling sering digunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan dilakukan karena sangat cocok digunakan dalam mengevaluasi kelebihan dan kekurangan bisnis. Analisis SWOT hanya memberikan gambaran situasi yang terjadi, bukan sebagai suatu pemecahan masalah.
Pada saat ini saya menganalisis Waroeng Steak and Shake di tengah Kota menggunakan metode analisis SWOT, berikut penjelasannya :

   1)      Strenght (Kekuatan)
A.     Harganya relatif terjangkau di bandingkan dengan rumah makan atau restoran – restoran steak dengan menu makanan barat yang kualitasnya sama.
B.     Memiliki tempat makanan indoor (memakai AC) dan outdoor (kipas angin) dan di ruangan outdoor memiliki tempat duduk lesehan, sehingga para customer bisa berselonjoran kakinya, serta di alunkan dengan irama musik yang etnik.
C.     Adanya percampuran antara menu barat dengan menggunakan bumbu rempah Indonesia.
D.     Memiliki tempat Ibadah
E.      Memiliki halaman parkir yang luas bisa untuk mobil.
F.      Pelayanannya menu cepat
   2)      Weakness (Kelemahan)
A.     Tidak semua lidah orang Indonesia menyukai dan terbiasa dengan steak
B.     Pelayannya kebanyakan pria, dan pelayannya kurang ramah.
C.     Harga daging sapi yang semakin mahal membuat harga jual harus disesuaikan
D.     Tidak ada ruangan khusus untuk merokok.
E.      Tempat penyajiannya bukan piring mendatar, supaya memotong dagingnya cepat dan  tidak susah. 
F.      Belum ada pesan antar
G.     Selain steak tidak ada lagi menu andalannya.
   3)      Opportunity (kesempatan)
A.     Perkembangan Teknologi dan Komunikasi dapat digunakan sebagai sarana untuk mempromosikan Waroeng Steak and Shake dengan cara membuat website dan adanya sarana wifi.
B.     Mengadakan promosi berupa penurunan harga pada waktu tertentu
C.     Menyajikan menu baru
D.     Adanya kesematan untuk membuka outlet waroeng steak, karena namanya sudah cukup terkenal di kalangan pelajar maupun mahasiswa.
E.      Menciptakan menu – menu khusus bagi anak-anak.
   4)      Threats (Ancaman)
A.     Persaingan yang ketat karena banyaknya restoran atau rumah makan yang menyajikan makanan yang sejenis.
B.     Adanya persaingan harga yang kompetitif.
C.     Selera masyarakat yang cepat berubah dapat menyebabkan kemunduran apabila tidak melakukan inovasi – inovasi baru
D.     Kenaikan harga BBM, pemadaman listrik dan langkanya gas elpiji.
E.      Melonjaknya harga daging sapi

Untuk 4 cara menyusun strateginya.
   1.      S O (mengoptimalkan Strenght untuk mempertahankan Oppertunity)
a)      Segment pasar : pelajar dan mahasiswa
b)      Fasilitas memadai seperti adanya wifi
c)      Harga terjangkau di kantong anak sekolah maupun mahasiswa
   2.      S T (mengoptimalkan Strenght untuk menghindari Threats)
a.       Pelayanan ditingkatkan
b.      Cita rasanya dipertahankan
c.       Ruangannya selalu rapih dan bersih
   3.      W O (meminalisirkan Weakness untuk menangkap Oppertunity)
a.       Requeitment karyawan wanita
b.      Perlunya jaringan untuk pemasok daging sapi
   4.      W T (meminalisirkan Weakness untuk menghindari Threats)
a.       Iklan dan promosi di media elektronik berupa website dan di facebook
b.      Perlunya genset supaya listriknya menyala seketika mati listrik.

Sekarang saya mau menganalisa Teras Steak di tengah Perumahan menggunakan metode analisis SWOT, berikut penjelasannya:
   1.      Streght
a.       Harganya cukup murah dari pada harga di waroeng steak di tengah kota
b.      Pelayanan menu cepat
c.       Memiliki 1 ruangan di halaman dan di alunkan dengan musik etnik
d.      Adanya percampuran antara menu barat dengan rempah-rempah Indonesia
e.       Lokasinya strategis, berada dikeramain masyarakat setiap harinya
   2.      Weakness
a.       Pelayannya kurang ramah dan hanya memiliki 3 karyawan itupun pria
b.      Parkiran sempit
c.       Harga sewa rumah lumayan mahal per Tahun
d.      Tidak semua lidah orang Indonesia menyukai dan terbiasa dengan steak
e.       Harga daging sapi yang semakin mahal membuat harga jual harus disesuaikan
f.       Tempat penyajiannya bukan piring mendatar, supaya memotong dagingnya cepat dan  tidak susah.
g.       Tidak ada promosi ataupun selembaran iklan
   3.      Oppertunity
a.       Malam minggu biasanya menjadi tempat favorit anak muda untuk berkumpul bersama teman-teman
b.      Perkembangan Teknologi dan Komunikasi dapat digunakan sebagai sarana untuk mempromosikan Teras Steak dengan cara membuat website dan adanya sarana wifi.
c.       Menyajikan menu baru
d.      Mengadakan promosi berupa penurunan harga pada waktu tertentu
   4.      Threats
a.       Banyaknya tukang jualan di sekelilingnya
b.      Selera masyarakat yang cepat berubah dapat menyebabkan kemunduran apabila tidak melakukan inovasi – inovasi baru
c.       Kenaikan harga BBM, pemadaman listrik dan langkanya gas elpiji.
d.      Melonjaknya harga daging sapi

Untuk 4 cara menyusun strateginya.
   1.      S O (mengoptimalkan Strenght untuk mempertahankan Oppertunity)
a.       Segment pasar masyarakat umum
b.      Fasilitas memadai seperti adanya wifi dan ruangan AC
c.       Harga terjangkau di kantong anak sekolah maupun mahasiswa
   2.      S T (mengoptimalkan Strenght untuk menghindari Threats)
a.       Pelayanan ditingkatkan dan ramah terhadap customer
b.      Cita rasanya dipertahankan
c.       Ruangannya selalu rapih dan bersih
   3.      W O (meminalisirkan Weakness untuk menangkap Oppertunity)
a.       Requeitment karyawan wanita
b.      Perlunya jaringan untuk pemasok daging sapi lokal
   4.      W T (meminalisirkan Weakness untuk menghindari Threats)
a.       Perlunya genset supaya listriknya menyala seketika mati listrik

b.      Iklan dan promosi di media elektronik berupa website dan di facebook

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan Switch Manageable dengan Switch Unmanageable

Switch adalah perangkat yang menghubungkan segmen jaringan dimana switch ethernet dapat digolongkan menjadi 2 yaitu Switch Unmanageable dan Switch Manageable . Secara umum fungsi kedua jenis switch sama yaitu sebagai media penghubung dalam jaringan yang sama, memperbesar skala jaringan (dengan mudah bisa digunakan untuk menambah PC dalam jaringan yang sama). A. Switch Unmanageable Switch unmanageable adalah switch yang tidak di manage (tidak di konfigurasi), maksudnya adalah switch tersebut pada saat kita membelinya tinggal dinyalaiin dan colok semua kabel UTP ke switch tersebut. Switch tersebut sudah berfungsi dengan baik. B. Switch Manageable Switch manageable adalah switch yang dapat kita konfigurasi sesuai dengan kebutuhan network kita agar lebih efisien dan maksimal sehingga bisa di atur untuk kebutuhan jaringan tertentu, ada beberapa perbedaan mendasar yang membedakan antara switch manageable dengan unmanageable . Perbedaan tersebut dominan bisa dilihat dari kel

Jawaban Soal UAS MICROPROCESSOR

Soal Ujian Akhir Semester - Microprocessor Dosen : Ari Wibowo, S.Kom Pilihan Ganda 1.Digunakan oleh mikroprosesor untuk mengirim informasi alamat memori atau port I/O adalah.. a. Bus Data                            d. Bus System b. Buat Address                     e. Semua salah c. Bus Control 2.Ukuran bus alamat menentukan berapa kapasitas memori yang ada, misalnya ukuran bus alamat 16 bit (16   jalur alamat) akan mampu mengalamati...            a. 162                                     d. 216            b. 21                                      e. Semua salah            c. 212 3.Tugas Bus Control antara lain.... a. menandakan isyarat untuk membaca b. menandakan isyarat untuk menulis c. pemilihan memori d. interupsi e. semua benar 4.Register yang digunakan secara khusus para operasi aritmatika dalam operasi pembagian dan penguruangan adalah… a. Register AX                        d. Register DX b. Register BX                        e. Semua sal

Error Detection

Tugas Error Detection Error Detection and Correction Error detection adalah suatu kegiatan untuk memastikam bahwa data yang diterima sama dengan data yang dikirim. Sedangkan Error correction adalah deteksi kesalahan dan rekonstruksi, asli bebas dari kesalahan data. Penyebab data error karena noise, baik black maupun white noise dan akibatnya karena data berubah 0 berubah menjadi 1, sedangkan 1 berubah menjadi 0. Teori tentang error Detection dan Correction Deteksi kesalahan ini paling sering menyadari menggunakan cocok fungsi hash ( atau chechsum algoritma ). Sebuah fungsi hash menambahkan tag tetap-panjang untuk pesan, yang memungkinkan penerima untuk memverifikasi pesan yang disampaikan oleh recomputing tag dan membandingkannya dengan yang disediakan. Terdapat berbagai macam desain yang berbeda fungsi hash. Namun, ada pula penggunaan khusus luas karena kesederhanaan baik mereka atau kesesuaian mereka untuk mendeteksi beberapa jenis kesalahaan (misalnya, cek redudansi si